+ Baca Selengkapnya |
| Perbedaan SMK dengan SMA |
|
|
|
Akhir-akhir ini siswa-siswa tingkat menengah pertama (SMP), setelah selesai mengikuti Ujian Nasional, disibukkan dengan kegiatan mencari sekolah selanjutnya. Orang tua sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam merencanakan pendidikan putra-putrinya hendaknya dapat berfikir secara futuristik, tidak hanya mengikuti kebiasaan masyarakat saja dalam mimilih sekolah. Sekarang ini banyak sekali tawaran sekolah-sekolah dengan beraneka tawaran dan keunggulannya. Dari sekolah yang dikelola oleh negara hingga lembaga swasta dalam negeri maupun kerjasama swasta dalam negeri dan luar negeri. Disetiap jenis sekolah tersebut mempunyai tujuan masing-masing. SMA bertujuan diantara menyediakan dan menyiapkan siswa/i yang hendak melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi; akademi atau perguruan tinggi. Sedangkan SMK lebih ditujukan untuk menyediakan tenaga kerja tingkat menengah. Akhir-akhir ini pemerintah gencar mengiklankan SMK, sebagai sekolah masa depan, sekolah yang dapat merespon masalah negara yang dinilai sudah sangat akut, yaitu pengangguran dan kualitas pekerja. SMK bukan sekolah kelas dua, dan arah pendidikan Indonesia ke depan hendak menyetarakan jumlah SMA dan SMK. Hal ini ditandai dengan komentar pertama ketika muhammad Nuh menjabat sebagai menteri pendidikan nasional, suksesor dari Bambang Sudibyo. Berikut perbedaan antara SMK dengan SMA.
Dari uraian diatas, SMK adalah by design yang dipersiapkan oleh negara untuk dijadikan sebagai salah satu media negara dalam rangka menurunkan tingkat pengangguran, dan upaya menghadapi dunia kerja yang semakin hari semakin kompetetitif.
Pada akhirnya kita bisa menyimpulkan bahwa SMK yang dulu disebut sebagai sekolah pilihan kedua dapat menjadi pilihan pertama di waktu akhir-akhir ini. SMK BISA. |
















