Sep
09
2010
Today
  • Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
Selamat Datang
Di website SMK Bina Am Ma'mur (BAM)

Profil

article thumbnailGugun Gunadi; sang ketua yang pemurah

Sosok yang lumrah-lumrah saja, tidak begitu ganteng, tidak begitu pinter, namun dibalik semua itu, siswa yang akrab dipanggil gugun ini mempunyai kemampuan unik di dalam memimpin temen2nya. Disamping...
+ Baca Selengkapnya

article thumbnailSambutan Kepala Sekolah

Saya mewakili segenap jajaran pendidik dan tenaga kependidikan SMK BINA AM MA'MUR mengucapkan SELAMAT DATANG di website kami. Sebuah media yang berusaha menginformasikan property maupun aktifitas...
+ Baca Selengkapnya

PSG; Bentuk sinergisitas dunai pendidikan dan industri PDF Print

{mosimage}Dalam era pasar bebas dewasa ini, setiap industri akan mengupayakan nilai tambah terhadap produksinya dan ini akan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi-teknologi tinggi. Sementara itu, teknologi itu sendiri berkembang secara terus menerus. Para ahli melaporkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi berubah 15 % setiap tahun dan perubahan ini akan meningkat menjadi 2 kali lipat dalam lima tahun. Suatu hal yang perlu dipahami bahwa teknologi tinggi tidak dapat memberikan nilai tambah terhadap upaya manusia.. Hanya manusialah yang dapat menghasilkan nilai tambah dengan memanfaatkan bantuan teknologi.

 


Oleh karena itu, kepada siswa perlu ditanamkan pemahaman yang mendasar akibat hakekat teknologi dan rasa ingin mendapatkan nilai tambah terhadap setiap upaya yang dilakukan dengan bantuan teknologi.Tanpa sikap ini, maka akan terbentuk suatu bangsa yang sekaligus tenaga kerja yang apatis terhadap perubahan teknologi dan merasa teknologi sebagai milik suatu kelompok atau bangsa elit tertentu. Pendidikan teknologi merupakan bagian yang sangat penting.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai salah satu Sekolah Lanjutan Tingkat Atas tidak terlepas dengan Praktik Kerja Lapangan atau lebih dikenal sebagai Pendidikan Sistem Ganda (PSG). Pengalaman penulis sebagai guru pembimbing PSG selama ini mengisyaratkan bahwa kegiatan ini hanya bersifat pelengkap bagi rangkaian pendidikan menengah kejuruan, belum menjadi sesuatu yang penting bagi sekolah sebagai lembaga pendidikan, apalagi dunia industri sebagai institusi tempat dimana siswa praktik kerja industri (prakerin).

Pendidikan sistem ganda adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan keahlian kejuruan yang memadukan secara sistematik dan sinkron program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui bekerja langsung di dunia kerja, dan terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu. Dalam PSG, lembaga pendidikan atau lembaga pelatihan lainnya dan industri secara bersama-sama menyelenggarakan suatu program pendidikan atau program pelatihan mulai dari perencanaan, penyelenggaraan, dan penilaian, sampai dengan upaya penempatan lulusan. Peraturan penyelenggaraan program kapan diselenggarakan di sekolah dan kapan diselenggarakan di industri dapat mempergunakan hour release, day release, atau block release. Komponen pendidikan normatif, adaftif, dan sub komponen Teori Kejuruan diselenggarakan di sekolah. Sedangkan subkomponen Praktek Keahlian Produktif diselenggaraksan di industri. Subkomponen Praktek Dasar Kejuruan dapat dilaksanakan di sekolah atau industri. Penerapan kebijakan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang menggambarkan perubahan mendasar dari model penyelenggaraan pendidikan sebelumnya (schooling system) ke arah sistem ganda (dual responsibility), dimana perusahaan atau institusi kerja lainnya menjadi institusi pasangan (IP) dari SMK dalam pelaksanaannya, merupakan bagian integral dari sistem penyelenggaraan pendidikan kejuruan. Perubahan ke arah sistem ganda menuntut pihak SMK untuk melakukan pengembangan penyelenggaraan PSG agar mampu memberikan layanan pendidikan secara optimal dalam memenuhi dinamisasi kebutuhan pendidikan masyarakat. Melihat fenomena ini, pertanyaan krusial dari penyelenggaraan PSG adalah mampukah dunia pendidikan menciptakan harmonisasi dengan tuntutan dunia kerja.

Dari pengamatan penulis yang telah hampir 5 (lima) tahun menjadi pembimbing siswa dalam pelaksanaan PSG bahwa dalam penyelenggaraanya masih ditemukan ketimpangan hubungan kerjasama antara SMK dengan institusi kerja. Dimana pihak SMK sangat merasa berkepentingan dengan keterlibatan secara langsung pihak institusi kerja sebagai IP. Namun dilain pihak, institusi kerja kebanyakan (walau tidak semua) merasa tidak berkepentingan dengan dunia pendidikan. Hal ini bisa dipahami karena keduanya memiliki kepentingan yang berbeda, dimana pihak SMK sebagai lembaga yang bersifat sosial (nirlaba), sementara pihak institusi kerja (perusahaan) merupakan lembaga yang mengutamakan keuntungan (profit oriented).

Pelaksanaan PSG di beberapa institusi kerja disinyalir tidak berjalan sesuai dengan harapan. Oleh karena itu dalam pengembangannya ditempuh "strategi implementasi dan pengembangan secara terpadu dan berkelanjutan" yaitu suatu upaya pengembangan yang dilakukan secara kontinu, mengacu kepada keadaan di lapangan dimana terdapat perbedaan kondisi, kapasitas dan sumber daya yang dimiliki. Perbedaan kemampuan maupun kepentingan mendorong pengembangan kerjasama harus dilakukan dengan prinsip saling membantu dan saling melengkapi kekurangan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing pihak. Oleh karena itu prinsip kerjasama Institusi Pasangan (IP) harus dilandasi kesadaran dan kepedulian dalam rangka penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas dan produktif.

PSG adalah salah satu modal pendidikan yang paling efektif dalam mendekatkan kesesuaian antara dunia kerja itu sendiri dan penyelenggara pendidikan. Kesediaannya untuk tempat magang itu berarti dunia kerja ikut membentuk peserta didik menjadi manusia yang produktif dan berpenghasilan selama tidak mengganggu proses produksi.

Saling menguntungkan

Bagi pihak SMK, keuntungan penyelenggaraaan SMK yang akan diperoleh antara lain : hubungan antara pelayananan PSG dan kebutuhan kerja meningkat (link and match), masalah biaya, sarana dan fasilitas pendidikan kejuruan dapat diatasi bersama-sama dengan institusi kerja dan dapat menyelenggarakan PSG yang sesuai dengan ciri khas SMK.

Bagi pihak institusi kerja (perusahaan), keuntungan yang akan didapatkan antara lain ; sikap dan perilaku peserta PSG merupakan potensi atau aset perusahaan dan secara psikologis perusahaan memperoleh kepuasaan karena turut menentukan masa depan bangsa.

Kesepakatan diantara SMK dan institusi kerja, hendaknya bermuara kepada upaya-upaya untuk mencapai tujuan, antara lain meningkatkan mutu pendidikan, membuat komitmen atau landasan bersama, menyempurnakan pelaksanaan PSG dan tanggung jawab bersama dalam pelaksanaan PSG.

Seperti telah disingung di atas, terdapat perbedaan kepentingan yang sangat nyata antara SMK dan institusi kerja atau perusahaan. Untuk itu, perlu adanya solusi yang memungkinkan terselenggaranya PSG sebagai program bersama dan menjadi tanggung jawab bersama antara SMK dan dunia kerja. Diperlukan adanya suatu upaya pengembangan kerjasama dalam mengatasi perbedaan kepentingan yang akhirnya dapat mewujudkan pemenuhan kebutuhan masing-masing, sehingga kepentingan masing-masing dihargai dan tidak ada yang merasa dirugikan.

PSG sebaiknya jangan hanya merupakan suatu kegiatan rutinitas tiap tahunnya sebagai sarana praktik kerja industri atau magang bagi siswa-siswi SMK. Namun lebih dari itu, seharusnyalah kegiatan PSG memiliki kontribusi yang baik bagi masing-masing pihak untuk meningkatkan keterampilan siswa, terutama dalam menghadapi pasar kerja yang menuntut tenaga kerja yang profesional. Lebih dari itu hendaklah masing-masing pihak, dalam hal ini sekolah dan instansi atau perusahaan duduk satu meja membicarakan langkah-langkah kerjasama yang saling menguntungkan (win-win solution). Apalagi kebijakan pemerintah yang sangat berdampak dimasa mendatang, dengan kebijakan pemberian insentif pajak bagi perusahaan yang memberikan perhatian kepada dunia pendidikan.

http://www.radartimika.com/index.php?mod=article&cat=Opini&article=1584

 
Banner

Kolom Opini

article thumbnailPSG; Bentuk sinergisitas dunai pendidikan dan industri

Sunday, 23 September 2007

Dalam era pasar bebas dewasa ini, setiap industri akan mengupayakan nilai tambah terhadap produksinya dan ini akan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi-teknologi tinggi. Sementara itu, teknologi...
+ Baca Selengkapnya

Liputan Lainnya

Who's Online

We have 6 guests online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini196
mod_vvisit_counterKemarin771
mod_vvisit_counterMinggu ini4121
mod_vvisit_counterMinggu Kemarin4081
mod_vvisit_counterBulan ini6649
mod_vvisit_counterBulan Kemarin17478
mod_vvisit_counterAll days329281
 

Khabar OSIS

article thumbnailDetik-detik UN

Sunday, 23 September 2007

SMK BAM secara konsisten akan mengadakan lomba di setiap akhir tahun. Lomba ini adalah sebuah sistem yang bertujuan untuk memberikan stimulasi kepada siswa dan menciptakan budaya berkarya,...
+ Baca Selengkapnya

Artikel Lainnya

digital library

article thumbnailMatematika adalah Ilmu Alat

Sunday, 23 September 2007

If you want the cheapest house insurance cover then you have to go to a specialist broker and let them shop around on your behalf. There are many online insurers and finding the cheapest...
+ Baca Selengkapnya

Artikel Lainnya