|
|
PSG; Bentuk sinergisitas dunai pendidikan dan industri |
|
|
|
{mosimage}Dalam era pasar bebas dewasa ini, setiap industri akan mengupayakan nilai tambah terhadap produksinya dan ini akan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi-teknologi tinggi. Sementara itu, teknologi itu sendiri berkembang secara terus menerus. Para ahli melaporkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi berubah 15 % setiap tahun dan perubahan ini akan meningkat menjadi 2 kali lipat dalam lima tahun. Suatu hal yang perlu dipahami bahwa teknologi tinggi tidak dapat memberikan nilai tambah terhadap upaya manusia.. Hanya manusialah yang dapat menghasilkan nilai tambah dengan memanfaatkan bantuan teknologi.
|
|
Read more...
|
|
|
Perbedaan SMK dengan SMA |
|
|
|
Akhir-akhir ini siswa-siswa tingkat menengah pertama (SMP), setelah selesai mengikuti Ujian Nasional, disibukkan dengan kegiatan mencari sekolah selanjutnya. Orang tua sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam merencanakan pendidikan putra-putrinya hendaknya dapat berfikir secara futuristik, tidak hanya mengikuti kebiasaan masyarakat saja dalam mimilih sekolah. Sekarang ini banyak sekali tawaran sekolah-sekolah dengan beraneka tawaran dan keunggulannya. Dari sekolah yang dikelola oleh negara hingga lembaga swasta dalam negeri maupun kerjasama swasta dalam negeri dan luar negeri.
Disetiap jenis sekolah tersebut mempunyai tujuan masing-masing. SMA bertujuan diantara menyediakan dan menyiapkan siswa/i yang hendak melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi; akademi atau perguruan tinggi. Sedangkan SMK lebih ditujukan untuk menyediakan tenaga kerja tingkat menengah.
Akhir-akhir ini pemerintah gencar mengiklankan SMK, sebagai sekolah masa depan, sekolah yang dapat merespon masalah negara yang dinilai sudah sangat akut, yaitu pengangguran dan kualitas pekerja. SMK bukan sekolah kelas dua, dan arah pendidikan Indonesia ke depan hendak menyetarakan jumlah SMA dan SMK. Hal ini ditandai dengan komentar pertama ketika muhammad Nuh menjabat sebagai menteri pendidikan nasional, suksesor dari Bambang Sudibyo. Berikut perbedaan antara SMK dengan SMA.
| SMK |
SMA |
|
Ditujukan untuk siswa yang akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi
|
Ditujukan untuk siswa yang menginginkan bekerja dan melanjutkan ke perguruan tinggi |
| Kurikulum SMA lebih banyak teori dibanding dengan praktek |
Kurikulum SMK lebih banyak praktek dibanding teori |
| Tempat belajar hanya di lingkungan sekolah |
Tempat belajar di sekolah dengan di dunia usaha atau dunia industri. wujud dari Sistem Pendidikan Ganda |
| Tamatannya tidak siap kerja dan belum bisa mandiri |
Tamatannya lebih siap bekerja dan lebih mandiri |
Dari uraian diatas, SMK adalah by design yang dipersiapkan oleh negara untuk dijadikan sebagai salah satu media negara dalam rangka menurunkan tingkat pengangguran, dan upaya menghadapi dunia kerja yang semakin hari semakin kompetetitif.
Pada akhirnya kita bisa menyimpulkan bahwa SMK yang dulu disebut sebagai sekolah pilihan kedua dapat menjadi pilihan pertama di waktu akhir-akhir ini. SMK BISA. |
|
Berburu dan Meramu |
|
|
|
Comb binding provides an open-flat/lay-flat, updatable and reusable binding method. Strip binding and Thermal Binding offer the ultimate in image and security for confidential documents. However, the market is always searching for new ideas and it responded by offering two different finishes that are as attractive and professional as Strip Binding, Comb Binding and Thermal Binding, yet provide different characteristics. Wire binding and plastic coil binding bring new important features to the table making them better suited for certain applications.
|
|
Read more...
|
|
|
Angkatan pertama adalah taruhan |
|
|
|
SMK BAM tahun ini adalah tahun ketiganya dalam upaya untuk memberi pelayanan pendidikan khususnya di wilayah kabupaten Tangerang. Sebuah umur yang masih sangat relatif muda. Hal ini selain memberi keuntungan-keuntungan tersendiri, namun disisi lain pasti memiliki kekurangan-kekurangan. Faktor pembeda antara sekolah lama dengan sekolah baru adalah pada pengalamannya.
Di tahun ketiga ini, SMK BAM akan meluluskan satu generasi. SMK BAM akan mempunyai alumni pertama kalinya. Namun permasalahannya adalah sejauh mana upaya SMK BAM dapat meluluskan angkatan pertama ini dengan mulus dan dapat berkarya di dunia sesungguhnya.
Ujian pertama SMK BAM adalah UN. Agenda tahunan ini sudah sangat wajar bagi sekolah-sekolah muda menjadi momok tersendiri. Kekhawatiran-kekhawatiran sering muncul baik dari pihak guru maupun pemiliki sekolah (yayasan).
Angkatan pertama bisa saja disebut sebagai taruhan apakah SMK BAM ini mampu dan berhasil atau tidak dalam upaya mempersiapkan generasi-generasi baru dalam menyongsong masa depannya. Jika tidak resiko yang mungkin saja terjadi adalah, SMK BAM dapat di cap sebagai sekolah yang tidak menjanjikan, namun jika angkatan pertama ini lulus semua, maka SMK BAM akan di nilai oleh masyarakat sebagai sekolah yang berhasil, dan akhirnya SMK BAM akan dibanjiri oleh calon-calon siswa baru.
|
|
|
|
|
|